MENGATASI MUAL DAN MUNTAH PADA ANAK

Anak-anak dan bayi sering mengalami gangguan berupa mual dan muntah. Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan mual dan muntah. Pengobatan hanya dilakukan untuk mengobati penyebab mual dan muntah. Sebagai orang tua, kita harus menjaga agar anak tidak mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi saat mengalami muntah. Berikan air minum hangat setiap anak muntah. Memberikan obat pada anak apalagi bayi tidak boleh dilakukan secara sembarangan, atau hanya berdasarkan kebiasaan saja. Sebagai orang tua, Anda perlu memperhatikan beberapa hal saat memberikan obat pada anak, diantaranya adalah:

Perhatikan kemungkinan reaksi yang timbul antara obat dan makanan yang diberikan

Beberapa jenis obat untuk anak ada yang memiliki rasa pahit, sehingga kebanyakan anak-anak tidak suka atau bahkan tidak mau minum obat yang rasanya pahit. Untuk menutupi rasa pahit ini, terkadang orang tua memberikan obat bersamaan dengan makanan lain. Dalam hal ini, bisa saja makanan pendorong tersebut justru memberikan reaksi yang tidak diharapkan. Sebagai contoh, obat dengan bahan tetrasiklin dari golongan antibiotik, jika diberikan bersamaan dengan su5u atau makanan lain yang mengandung kalsium, akan berpengaruh terhadap serapan obat tersebut. Oleh karena itu, tetrasiklin biasanya diberikan satu jam sebelum makan atau dua jam sesudah makan. Untuk mengetahui faktor reaksi pada obat yang diberikan, Anda bisa menanyakan kepada apoteker.

Gunakan alat ukur yang tepat




Saat memberikan obat pada anak atau bayi, pastikan Anda menggunakan alat ukur yang benar-benar tepat. Biasanya alat ukut tersebut sudah disertakan dalam kemasan. Bila belum ada, Anda bisa meminta pada apoteker. Jangan berikan obat pada anak atau bayi dengan menggunakan sendok makan atau sendok teh. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kesalahan dosis, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Selain menggunakan sendok takar obat, Anda bisa juga menggunakan syringe yang telah dilepas jarumnya. Kemudian berikan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Waktu pemberian obat

Perhatikan juga waktu pemberian obat sesuai dengan anjuran dokter atau petunjuk yang tertera pada kemasan. Tidak semua obat diberikan setelah makan. Beberapa obat ada yang diberikan sebelum makan atau bahkan ada pula yang diberikan setelah makan. Jika obat tersebut diberikan tidak pada waktu yang tepat, kemungkinan dapat menimbulkan reaksi yang negatif, seperti mual atau pusing. Jika memberikan obat yang harus diberikan setelah makan, sebaiknya Anda menunggu lima belas menit setelah makan, baru obat diberikan. Bacalah petunjuk yang tertera pada kemasan, atau Anda bisa menanyakan langsung kepada apoteker.

Penyimpanan obat yang benar

Penyimpanan obat tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada suhu kamar atau suhu ruangan, tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin. Tempat penyimpanan obat juga harus terhindar dari sinar matahari langsung. Jangan biasakan menyimpan obat di dalam mobil. Tidak sedikit orang tua yang menyimpan obat-obatan di dalam dashboard mobil. Sebelum disimpan atau digunakan, periksalah kondisi fisik obat tersebut. Jika obat tersebut mengalami perubahan fisik, seperti tejadi gumpalan, perubahan warna, atau menimbulkan bau busuk, sebaiknya obat tersebut tidak disimpan. Jauhkan tempat penyimpanan obat dari jangkauan anak-anak.

Bersikaplah tenang saat menghadapi anak atau bayi yang sakit

Terkadang ada orang tua yang merasa cemas atau panik saat buah hatinya sakit. Memang, kecemasan tersebut merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sebaik-baiknya penanganan adalah dengan sikap yang tenang. Berikut ini beberapa saran agar Anda tetap tenang saat menghadapi buah hati yang sedang sakit:
  1. Siapkan mental Anda, berusahalah untuk tetap tenang. Ingatkan pada diri Anda sendiri bahwa Anda harus tenang
  2. Yang perlu Anda ketahui adalah, tidak semua penyakit anak membutuhkan obat. Oleh karena itu, Anda harus mencari tahu penyebabnya, kemudian lakukan tindakan yang tepat.
  3. Sebelum dibawa ke dokter, sebaiknya Anda melakukan penanganan awal atau penanganan pertama. Jika dengan penanganan awal saja kondisi si kecsil sudah membaik, maka kemungkinan Anda tidak perlu membawanya ke dokter.
  4. Bila anak susah makan, kemungkinan anak tersebut bosan dengan menu yang ada. Berusahalah mengganti menu agar anak tidak bosan.
  5. Bila si kecil menunjukkan gejala demam, tetapi aktifitas dan performanya masih terlihat sehat, sebaiknya Anda mengajaknya untuk beristirahat agar demam tidak berlanjut.
  6. Berikan makanan yang bergizi dan sehat.

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus