DIARE ATAU MENCRET PADA ANAK

Diare atau mencret merupakan salah satu gejala penyakit yang sering dialami oleh anak-anak atau bayi dan membuat orang tua khawatir. Penanganan diare yang kurang tepat dapat menimbulkan resiko yang fatal pada anak-anak terutama bayi. Bahkan jika harus dibawa ke rumah sakit atau klinik kesehatan, kondisinya sudah terbilang berat dan sulit ditangani. Pada artikel kali ini, kami akan menyampaikan informasi mengenai penanganan diare di rumah.

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan diare atau mencret? Adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami buang air besar terus-menerus paling tidak sebanyak tiga kali dalam 24 jam dengan bentuk feaces atau kotoran lebih encer dari kondisi normal. Diare atau mencret dapat diakibatkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Virus atau bakteri dapat masuk ke dalam perut seseorang melalui udara, makanan, dan minuman. Di dalam perut, virus atau bakteri tersebut akan mengganggu kinerja perut dalam hal ini organ pencernaan, sehingga setiap makanan dan minuman yang masuk tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut akan dikelauarkan lagi dalam bentuk kotoran yang cair. Diare yang berkepanjangan akan mengakibatkan anak-anak atau bayi mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi dan zat-zat makanan, sehingga kondisi tubuh akan tampak sangat lemas. Kekurangan cairan dan zat makanan ini akan mempercepat penurunan stamina dan kondisi tubuh anak. Oleh karena itu, sebagai orang tua Anda harus sigap dalam menghadapi anak atau bayi yang terserang diare atau mencret.

Bahaya Mencret




Apakah diare atau mencret berbahaya? Jawabannya adalah YA. Diare atau mencret akan menjadi penyakit yang sangat berbahaya jika terjadi dehidrasi atau kondisi kekurangan cairan. Bila orang tua tidak segera melakukan penanganan terhadap anak-anak atau bayi yang terserang diare, maka kemungkinan terjadi dehidrasi berat akan dialami oleh si anak atau bayi. Tidak sedikit anak-anak yang mengalami dehidrasi berat kembudian menimbulkan ensefalopati atau bahkan kejang.

Gejala Dehidrasi Saat Terserang Diare

Bagaimana orang tua mengetahui bahwa anak atau bayi sudah mengalami dehidrasi saat terserang diare? Untuk mengetahuinya, Anda bisa melakukan pemeriksaan pada turgor kulit anak. Pemeriksaan pada turgor kulit tersebut dilakukan dengan mencubit kulit pada bagian perut selama beberapa detik. Anak yang mengalami dehidrasi, kulit yang baru dicubit akan kembali pada posisi semula dengan lambat. Namun, pengukuran turgor kulit ini sulit dijadikan patokan pada anak yang kondisinya gemuk. Tanda lain yang bisa diamati adalah anak tampak haus dengan bibir kering. Frekuensi buang air keci sangan sedikit dan kelopak mata tampak cekung.

Penanganan di Rumah

Tidak selalu anak yang terserang diare harus segera dibawa ke dokter atau klinik kesehatan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah sebelum anak dibawa ke dokter atau klinik. Penanganan pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare pada anak dapat diberikan oralit. Saat ini terdapat dua jenis oralit yang dapat dibeli bebas di apotek, yaitu oralit sachet dan oralit cair yang siap pakai. Untuk anak yang berusia kurang dari satu tahun maka dosis oralit yang diberikan sebanyak 50-100 ml setiap kali diare atau mencret. Pada anak yang berusia 1-5 tahun, pemberian oralit sebanyak 100-200 ml setiap kali diare atau mencret. Sedangkan pada anak yang berusia lebih dari lima tahun, pemberian oralit bisa lebih banyak atau sesuai dengan kondisi anak. Pada bayi yang masih minum ASI, pemberian ASI jangan dihentikan.

Bila ditemukan tanda-tanda di bawah ini, maka Anda permu memeriksakan anak Anda ke dokter atau klinik kesehatan.
  1. Bila ditemukan tanda-tanda dehidrasi.
  2. Anak tidak mau minum dan muntah terus.
  3. Frekuensi diare atau mencret bertambah banyak.
  4. Bila ditamukan darah disertai lendir di dalam feaces.
  5. Anak terlalu lemas atau bahkan kejang.

Makanan yang Bisa Diberikan Saat Anak Terserang Diare

Pemberian pola makan dapat diteruskan seperti pola makan biasanya, termasuk pemberian su5u dan su5u tidak perlu diganti. Hindari makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran. Buah yang bisa diberikan hanya buah apel dan pisang.

Penanganan diare atau mencret juga dapat dilakukan secara tradisional, pada pengobatan secara tradisional ini karena memanfaatkan tanaman herbal sehingga obat diare atau mencret tradisional lebih aman dikonsumsi oleh anak-anak.

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus